Lebih Dekat dengan Cross Stitch

kerajinan cross stitch (biasa disebut kristik atau strimin) aku kenal pertama kali saat aku duduk di bangku SMP, waktu itu kerajinan ini masuk ke dalam kurikulum ketrampilan.. sekian puluh tahun berhenti mengerjakan kristik membuat aku sedikit kagok saat mulai mengerjakan proyek Four Seasons-ku, tapi seperti halnya bersepeda atau berenang hanya butuh beberapa menit saja untuk mengembalikan ingatan kita terhadap ketrampilan yang pernah kita kuasai, beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita mengerjakan kristik antara lain:

Membaca Pola: pola kristik biasanya dilengkapi dengan beberapa keterangan seperti ukuran pola (biasanya dalam hitungan tusukan/stitch count), titik tengah pola (biasa ditandai dengan tanda panah) serta daftar warna benang, sangatlah penting mempelajari instruksi pola dengan seksama agar hasil akhirnya sesuai dengan yang diinginkan, memang tidak terlalu masalah jika kita melakukan kesalahan dalam membaca pola karena kita bisa membongkar jahitan yang sudah kita buat, tapi tetap saja hal tersebut akan membuang waktu dan seringkali membuat mood kita turun 

Pemilihan Kain: dari beberapa toko online yang menjual peralatan kristik aku mendapat informasi bahwa saat ini ada beragam merk dan warna kain untuk kerajinan kristik, jaman dulu aku pakai lembaran plastik berlubang mirip seperti kasa nyamuk, sekarang kain kristik lazim disebut dengan aida walaupun itu sebenarnya nama produsennya, selain aida ada vynil weave dan linen weave

kain untuk kristik dibedakan berdasarkan serat kainnya, untuk aida ada 11 count (besar), 14 count (normal), 18 count (kecil).  Kain linen weave terdiri atas 18 count bahkan ada yang lebih kecil lagi , sementara vynil weave hanya tersedia 14 count

Benang: standar benang yang biasa dipakai dalam pola-pola kristik adalah benang sulam DMC yang terdiri dari 6 helai benang di tiap ikatannya (disebut skeins), selain DMC ada juga benang sulam merk Anchor keduanya merk impor, adapun benang sulam lokal yang aku tahu merk rose, payung, manggis

beda benang sulam lokal dengan impor terletak pada warnanya, benang sulam impor khususnya DMC lebih mengkilat daripada benang sulam lokal, seperti biasa ada harga ada rupa.. Winking

sedikit catatan: benang sulam lokal dengan warna-warna gelap ada baiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghindarkan dari luntur

2 komentar :

Ati Sri said...

trimakasih infonya mbak, sedikit banyak jadi nambah ilmu perkristikan....:)

Enzo said...

ass. mb'diah... loq qta mo beli buku gambar pola kristikx dimana yach... sy dah lama nyari tp gak ktm... pengen mlai ngristik lg... tp gak pny polax...

Post a Comment

Copyright @ sew much fun! | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger